Kenapa Konsumen Lebih Yakin Beli Produk dengan Stiker Halal

Tips & trick

Kenapa Konsumen Lebih Yakin Beli Produk dengan Stiker Halal

Artikel KitaLabel
Kenapa Konsumen Lebih Yakin Beli Produk dengan Stiker Halal

Lucunya, banyak orang nggak sadar kalau keputusan mereka beli produk sering dipicu sama satu hal kecil kayak stiker halal di kemasan.

Kenapa efeknya bisa sekuat itu? Dan apa yang bikin label ini penting banget buat kepercayaan konsumen? Yuk, bahas bareng.

Apa itu Stiker Halal dan Kenapa Penting Banget

Stiker halal adalah tanda resmi bahwa sebuah produk sudah lolos proses sertifikasi halal dari lembaga seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia). Artinya, bahan dan proses produksinya sudah diawasi dan aman dikonsumsi umat muslim.

Jadi, logo halal ini jadi jaminan keamanan pas belanja. Apalagi, menurut LPPOM MUI dan BPJPH 87% penduduk Indonesia itu muslim. Makanya, mayoritas konsumen Indonesia lebih yakin buat beli produk yang ada stiker halalnya.

Fungsi Stiker Halal yang Nggak Banyak Disadari

Banyak orang pikir stiker halal cuma bukti kalau produk udah lolos sertifikasi. Padahal, fungsinya jauh lebih luas dari itu. Yuk bahas satu-satu:

1. Bikin Produk Lebih Unggul di Pasar

Stiker halal bisa jadi pembeda di tengah pasar yang kompetitif. Ini karena produk yang sudah bersertifikasi halal terlihat lebih trustworthy di mata konsumen yang buat calon pembeli yakin sama kualitas produk. Bahkan, label halal ini juga bisa bantu produk lebih mudah bersaing di pasar internasional.

2. Bangun Citra Positif dan Kepercayaan Konsumen

Logo halal di kemasan juga nunjukin kalau brand kamu peduli sama kualitas dan etika. Dari logo itu aja pembeli bisa tahu kalau kamu sebagai produsen komit buat jaga standar produksi yang bersih, aman, dan taat aturan. 

3. Tanda Patuh terhadap Regulasi

Nggak cuma soal kepercayaan, stiker halal juga jadi bukti kalau kamu patuh sama hukum. Produk yang punya label halal berarti sudah sesuai denganUU Jaminan Produk Halal di Indonesia, jadi brand kamu bisa terhindar dari resiko hukum atau sanksi administratif.

4. Buka Akses ke Pasar Global

Kamu bakal lebih mudah ekspor produk kalau punya stiker halal. Banyak negara mayoritas muslim seperti Malaysia, Brunei, dan Timur Tengah mewajibkan sertifikasi halal sebagai syarat utama produk bisa masuk pasar mereka. Jadi, kalau punya stiker halal bakal lebih mudah buat produkmu tembus pasar mereka.

Makna Stiker Halal di Mata Konsumen

Buat konsumen muslim, stiker halal ini jadi jaminan kalau produk yang dibeli sudah sesuai prinsip agama yang mereka pegang. 

Menariknya, makna stiker halal juga meluas ke konsumen non muslim juga. Buat mereka, label ini identik sama kualitas dan kebersihan yang tinggi. Mereka ngelihat logo halal sebagai bukti kalau produk kamu dibuat dengan proses yang transparan dan etis. Jadi meski bukan soal kepercayaan agama, stiker halal tetap dianggap tanda kalau brand kamu punya standar tinggi dalam produksi.

Efeknya, keputusan beli pun jadi lebih cepat. Konsumen Muslim langsung yakin karena udah ada jaminan kehalalan, sementara konsumen non-Muslim menilai produk kamu lebih aman dan terpercaya. Dan kepercayaan ini yang nantinya berubah jadi loyalitas.

Jenis dan Desain Stiker Halal yang Sering Dipakai

Kalau kamu perhatiin, hampir semua produk halal di Indonesia punya logo yang bentuk dan warnanya mirip. Nggak heran, karena desain dan jenis stiker halal udah distandarkan langsung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Tujuannya agar konsumen bisa langsung mengenali dan percaya begitu melihatnya.

Berikut beberapa ciri khas yang perlu kamu tahu:

1. Desain dan Bentuk

Logo halal Indonesia versi terbaru punya dua elemen utama yaitu bentuk gunungan atau kubah, dan motif surjan atau lurik dari wayang kulit yang membentuk limas lancip ke atas. Lalu dilengkapi dengan tulisan ‘Halal Indonesia.’

2. Warna Resmi

Indonesia punya dua versi logo buat label halal. Warna utamanya adalah ungu (#670075 Pantone 2612C) yang melambangkan keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi.

Sementara, versi lamanya memakai warna hijau toska (#3DC3A3 Pantone 15-5718 TPX) yang melambangkan kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan.

3. Komponen Label

Label halal terdiri dari dua bagian yang nggak boleh dipisah, yaitu logogram (bentuk gunungan dan motif lurik) dan logotype (tulisan “Halal Indonesia” yang berada di bawah logogram).

4. Material dan Bentuk Fisik

Umumnya stiker halal dicetak di kertas jenis nylon, vinyl, atau bahan waterproof biar nggak mudah rusak terutama buat  kemasan makanan, minuman, kosmetik, dan produk lainnya. Ada yang berbentuk cutting sticker atau stiker potong dengan ukuran dan warna variatif disesuaikan kebutuhan produk.

5. Posisi Pemasangan

Wajib ditempel di bagian kemasan yang mudah terlihat dan dibaca konsumen.

Cara Dapat Stiker Halal untuk Produkmu

Kalau kamu mau produkmu punya label halal resmi, prosesnya sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan, kok. Begini caranya:

1. Harus Punya Nomor Induk Berusaha (NIB)

NIB ini adalah identitas resmi usaha di Indonesia. Kalau belum punya, kamu bisa mengurusnya lewat sistem OSS (Online Single Submission)

2. Daftar di Sistem Informasi Halal

Setelah itu, daftarkan bisnismu di portal resmi SIHALAL BPJPH di ptsp.halal.go.id dan isi data lengkap tentang bisnis serta produk yang mau disertifikasi.

3. Lengkapi Dokumen Persyaratan

Unggah dokumen yang diminta, seperti surat permohonan, data perusahaan, bahan baku, proses produksi, label produk, dan dokumen pendukung lainnya. Setelah itu, BPJPH akan memeriksa semua data dan dokumen yang kamu kirim.

4. Proses Administratif

Kalau sudah lolos verifikasi, proses lanjut ke audit halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang bakal memastikan semua bahan dan proses produksi sesuai standar halal. Hasil audit ini kemudian dibahas dalam rapat Komisi Fatwa MUI untuk menentukan apakah produkmu layak mendapat sertifikat halal.

5. Penerbitan Sertifikat Halal oleh BPJPH

Kalau sudah disetujui, BPJPH akan menerbitkan sertifikat halal resmi yang bisa kamu unduh secara elektronik. Nah, dari sini kamu sudah bisa menempelkan stiker halal di kemasan produkmu sebagai bukti kalau produkmu aman dan sesuai prinsip halal.

Kabar baiknya, semua proses ini bisa dijalankan dengan mudah secara online, bahkan ada program gratis untuk pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Jadi, nggak ada alasan buat menunda, kan?

Mau Stiker Halal yang Bikin Konsumen Makin Percaya? Cetak di KitaLabel Aja

Kalau udah capek-capek urus sertifikasi halal, jangan biarkan hasil akhirnya kalah di tampilan. Sayang banget kalau hasil akhirnya nggak sebanding sama effort yang kamu keluarin.

Nah, di KitaLabel, semua bisa dikontrol dari awal. Kamu bisa konsultasi gratis, pilih bahan sesuai kebutuhan, dan hasil cetaknya dijamin tajam serta tahan lama.

Jadi, pastiin dulu stikernya beres. Chat KitaLabel sekarang biar hasilnya nggak cuma rapi, tapi juga bikin produkmu tampil lebih meyakinkan.

 

FAQ

1. Apakah semua produk wajib pakai stiker halal?

Nggak semua, tapi kalau produkmu sudah punya sertifikasi halal dari MUI atau BPJPH, wajib banget pasang stiker halal di kemasan.

2. Di mana posisi terbaik untuk menempelkan stiker halal?

Idealnya di bagian depan kemasan, dekat logo atau nama produk, supaya langsung terlihat.

3. Bahan apa yang cocok untuk stiker halal?

Biasanya pakai bahan vinyl atau polyester, karena tahan air, minyak, dan suhu ekstrem. Kalau mau tampil lebih premium, bisa tambahkan laminasi doff atau glossy supaya hasilnya awet dan terlihat profesional.

4. Apakah perlu cetak banyak sekaligus untuk stiker halal?

Nggak harus. Di KitaLabel, kamu bisa cetak sesuai kebutuhan, mulai dari skala kecil buat uji pasar sampai volume besar untuk produksi massal.

Dapatkan Tips & Promo Label Langsung ke Email Kamu
Subscribe sekarang dan temukan tips, tren label produk, info terbaru, serta promo spesial dari KitaLabel!

    Tips & trick

    Pentingnya Label untuk Kemasan Produk

    Jika membeli suatu barang atau produk, bisanaya kita melihat ada label merk pada kemasan produk. Sebenarnya apa sih kegunaan dari label ini, apakah cuman sekedar hiasan saja atau hanya untuk menampilkan merk saja? Untuk menegtahui lebih lanjut, mari kita simak artikel berikut.
    Read More